Sejarah Pesantren

M. Romli Mahfud ialah putera dari pasangan KH. Mahfudz dan Hj. Romlah. Beliau lahir pada tanggal 17 April 1967 di Tambak Osowilangon, Surabaya, beliau putera yang ke 9 dari 12 bersaudara. Dan pada tahun 2002 beliau bersama para saudaranya diberi amanah oleh para kyai untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan dan juga beliau telah mendapatkan restu dan ridho dari ibu beliau, maka dibangunlah Pondok Pesantren modern bernama Babul Futuh yang artinya pintu terbuka, bertempat di desa Kemirisewu, kecamatan Pandaan, kabupaten Pasuruan. Selama masa perintisan hingga sekarang, Pondok Pesantren Babul Futuh ini berkembang dengan memprioritaskan pembelajaran formal, ini dilakukan karena memang masyarakat disana lebih membutuhkan pondok yang terdapat pendidikan formalnya daripada pondok salaf atau non formal.

Pada tahun 2019, Kyai Romli mempunyai inisiatif untuk mendirikan pondok pesantren yang berbasis salaf, yaitu lembaga yang menggunakan metode klasik untuk memahami syariat agama dengan mengkaji kitab kitab kuning. Dengan dukungan istri beliau yang bernama Hj. Khoirun Nisak, serta mendapat izin dari para saudaranya, maka pada tanggal 17 Agustus 2020 yang bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, beliau mendirikan Pondok Pesantren yang lokasinya tak jauh dari Pondok Pesantren Babul Futuh, kurang lebih sekitar 50 meter ke arah selatan yang beliau namai dengan Babul Futuh II dan diasuh oleh kyai Romli sendiri beserta keluarganya.

Pondok Pesantren Babul futuh II ini berdiri dengan menggunakan kurikulum sendiri yang berbeda dengan Pondok Pesantren Babul futuh, yaitu lebih menekankan pelajaran keagamaannya, hanya saja pendidikan formalnya masih menginduk kepada Pondok Pesantren Babul futuh dan mengambil beberapa mata pelajaran saja yang dirasa penting, kurikulum seperti inilah yang diinginkan oleh Kyai Romli untuk kemudian  menjadikan santri dapat lebih fokus terhadap pemahaman nilai nilai keagamaan dan praktek ubudiyah,  yang diharap mampu untuk membentengi para santri dalam menghadapi segala rintangan yang ada pada era modern ini. Disamping itu santri juga dididik dan ditanamkan akhlak mulia dalam diri mereka, karena sebaik baik santri ialah ia yang memiliki akhlakul karimah.

 

Hingga pada pertengahan tahun 2023, Kyai Romli beserta keluarga bermusyawarah dan menghasilkan sebuah keputusan yaitu Pondok Pesantren Babul Futuh II akan menjadi lembaga independen yang berdiri sendiri tanpa menginduk kepada lembaga lain. Dengan ini, maka nama Babul Futuh II dirubah menjadi Nahdaltul Falah yang artinya bangkitnya kejayaan. Ini adalah perubahan yang telah disepakati oleh keluarga Kyai Romli demi kemajuan dan kebaikan di masa yang akan datang.